Blog

FEB UI dan Kelurahan Dasan Agung, NTB meluncurkan program peduli sampah dan lansia melalui WASH

FEB UI dan Kelurahan Dasan Agung, NTB meluncurkan program peduli sampah dan lansia melalui WASH

Kota Mataram, 6 September 2022

Penulis: Desti Fitriani

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia  bersama Pemerintah Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Provinsi NTB meluncurkan program Program Kelurahan Ramah Lansia di Mataram pada Selasa 6 September 2022. Program ini merupakan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pengelolaan sampah organik yang dimanfaatkan untuk  memberi nilai tambah pada ekonomi dan kesehatan lingkungan masyarakat. Kegiatan ini juga didukung oleh Yayasan Rumah Senja yang diketuai oleh Romy Hidayat, dalam menggerakkan para lansia di lingkungan sekitar Kelurahan Dasan Agung untuk berlatih memanfaatkan sampah organik yang diolah sebagai kompos cair yang bernilai ekonomi.

Zulkarwin, camat Selaparang menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawabnya selaku bagian dari pemerintah daerah dalam upaya pemberdayaan dan pemenuhan hak-hak lansia di Kota Mataram, dimana lansia termasuk dalam inklusi yang berkaitan dengan lima afirmasi inklusi lainnya seperti warga miskin, anak, perempuan dan disabilitas. Ia berharap agar kelima afirmatif inlusi ini mendapatkan atensi dalam akses Pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, area bisnis dan akses lainnya guna meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat di kelurahannya.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari FEB UI, Elvia R. Shauki, Ph.D mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini mengedukasi dan memberdayakan masyarakat khususnya kelompok rentan lansia terhadap permasalahan air, kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Lansia itu adalah manusia yang perlu kita hormati, perlu kita berdayakan secara ekonomi dan utamanya kita perlu buat bahagia. Kalau mereka dibikin sibuk, dibikin berdaya secara ekonomi, jadi mereka akan bahagia,” katanya.

Sedangkan Romy Hidayat dari  Yayasan Rumah Senja mengatakan, dengan sistem kesehatan semakin membaik, usia harapan hidup diharapkan akan makin bagus, sehingga kualitas hidup para lansia juga akan meningkat. Salah satunya melalui Program Ramah Lansia ini. Sementara ini, di Kota Mataram, sasaran langsung Lansia yang dibina Yayasan Rumah Senja baru sebanyak 20 orang, sedangkan para penerma manfaat (lansia) yang ada di NTB berjumlah lebih dari 1.000 orang. Tentunya ini memerlukan lebih banyak uluran tangan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah untuk bahu membahu mewujudkan peningkatan kualitas hidup dari para lansia di NTB ini.

Karena itu, sekarang, Lansia Penggerak ini diarahkahkan untuk pengolahan sampah rumah tangga. Tidak hanya memilah melainkan juga untuk diolah menjadi pupuk cair. “Tujuan utamanya sebenarnya supaya lingkungan sehat. Sedangkan nilai tambah ekonomi itu akan menjadi bonus  yang makin mendorong para lansia agar lebih semangat berpartisipasi dalam program ini,” tutup Romy. (Des)